Minggu, 07 Februari 2016

Demi Masa

Bismillah.
Maha Suci Allah yang  tiada sekutu bagi-Nya. Dialah Rabb yang Maha Menghidupkan lagi Maha Mematikan.

Hari-hari dan malam-malam yang berlalu begitu banyak hal yang telah kita lewati. Sebuah anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan kepada hamba-Nya berupa karunia kesehatan dan kesempatan untuk senantiasa melakukan kebaikan demi kebaikan. Yang semoga dengan kebaikan tersebut akan bernilai ibadah di sisi Allah dan menjadi pemberat timbangan kebaikan kita di akhirat kelak. Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin.

Dalam tulisan kebaikan ini, Pengeja ingin menuliskan sesuatu yang semoga senantiasa mengingatkan kita tentang sesuatu yang seringkali kita terlupa darinya, lalai dari memperhatikannya. Ia adalah sang waktu. 

Telah berlalu banyak masa dari sejak manusia pertama yang menghuni bumi, Nabi Adam 'alaihis salam hingga manusia yang kita temui di hari-hari ini bahkan sampai pada manusia terakhir di akhir zaman. Tak ada satu pun dari mereka ataupun kita yang diberikan keistimewaan untuk tak merasakan mati. Sebagian dari mereka telah hidup di atas kemuliaan dan menghabiskan umur mereka dalam kebaikan. Sementara sebagian yang lain menjalani kehidupan dalam kelalaian, kezhaliman, dan kerusakan di muka bumi.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

"Demi Masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam keadaan merugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan melakukan amalan shalih. Dan mereka saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran." (QS. Al-'Ashr: 1 - 3)


Betapa sering kita berada dalam kelalaian dalam memanfaatkan usia dan sisa umur kita. Maka kita bermohon semoga kita tidak termasuk dalam mereka yang merugi karena tak menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Nasihat indah berikut semoga dapat mengingatkan kita tentang betapa berharganya detik-detik yang berlalu karena kematian akan selalu menjadi teman yang kita tak bisa bersembunyi darinya. 

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah -rahimahullah- pernah bertutur,

"Menyia-nyiakan waktu itu lebih berbahaya daripada kematian, karena menyia-nyiakan waktu itu memutus dari Allah dan hari akhirat, sedangkan kematian hanya memutuskanmu dari dunia dan seisinya."

Muhammad bin 'Abdul Qawi Al-Mardawi  -rahimahullah- berkata,
"Jangan sekali-kali umur itu pergi dari engkau dalam keadaan sia-sia. Dan jangan sekali-kali engkau tertipu dan merugi pada dua nikmat (kesehatan dan waktu luang). Bahkan harusnya engkau selalu bersungguh-sungguh."

Cukuplah kalamullah Al-Qur'an dan perkataan para as-salaf ash-shalih menjadi pelajaran bagi kita agar senantiasa menghargai waktu yang berlalu. Karena waktu adalah sesuatu yang ketika telah berlalu tak seorang pun dapat kembali kepadanya. Maka semoga kita menghabiskan sisa umur kita dalam hal yang bermanfaat.

Dalam tinjauan ilmu pengetahuan, yaitu fisika, waktu adalah sebuah dimensi tertentu. Satu-satunya dimensi dalam fisika yang tak dapat kita manipulasi. Pembahasan lebih lanjut tentang waktu dalam fisika akan dimuat dalam blog pengejafisika.blogspot.com, Insya Allah.

Semoga menjadi nasihat yang bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi saya sendiri.

Aamiin yaa Robbal 'aalamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan jujur dan santun.
Syukran.
Barakallahu fiikum